Bagi saya Ibu adalah segalanya, namun tidak semua orang berfikiran yang sama. Kata-kata ibu bagi saya adalah kata-kata keramat, apalagi larangan-larangan beliau, apabila saya nekat melakukan pasti ada saja hal buruk yang terjadi nantinya. Keadaan emosi kadang membuat diri menjadi tidak terkontrol, misalnya berkata-kata yang "jelek", jangan sampai hal ini sering terjadi pada seorang Ibu, karena ada yang bilang kata-kata bisa menjadi do'a, nah kalau sampai kata-kata jelek atau umpatan yang keluar dari Ibu, misalnya "lihat saja kelak kamu tidak akan menemukan kebahagiaan", nah khan??kalau kemudian kata-kata tersebut menjadi do'a yang dikabulkan bagaimana hayow??
Sering sekali saya mendengar seorang Ibu mengeluarkan kata-kata jelek pada saat marah atau merasa jengkel dengan buah hatinya. Hal ini menurut saya bukan hal yang baik, selain kata-kata Ibu bisa menjadi do'a alasan yang lain adalah :
- Berkata tidak baik itu menurut etika budaya kita tidak diperbolehkan
- Kebiasaan Berkata jelek kepada anak akan ditiru anak ketika berbicara dengan orang lain
- Menimbulkan dendam pada anak, yang sering saya lihat di sekitar kata-kata jelek Ibu bukan membuat anak takut, tetapi malah memberontak karena merasa diperlakukan tidak baik oleh orang tuanya
Memang tidak ada asap kalau tidak ada api, kemarahan Ibu tidak akan terjadi tanpa suatu sebab. Biasanya penyebabnya adalah ketidak puasan karena sesuatu yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Di sini kebanyakan seorang Ibu ingin dihormati anak, tidak mau disangkal pendapatnya oleh anak, sebaliknya anak mempuanyai pemikiran sendiri tentang pendapat atau apa yang mereka lakukan berdasarkan limgkungan dan masa di mana mereka tumbuh atau berkembang, yang tentunya berbeda dengan sang Ibu.
Untuk mengatasi kondisi tersebut agar tidak sampai sering mengeluarkan kata-kata jelek pada anak, perlu adanya saling pengertian. Sebagai seorang Ibu harus tetap menghargai pendapat anaknya, Ibu harus menyadari perbedaan masa dalam perjalanan kehidupan antar Ibu dan anak yang tidak sama. Jangan pernah beranggapan karena anda adalah Ibu yang melahirkan anaknya, maka anda mempunyai hak penuh dalam kehidupan sang anak, sehingga apa yang anda inginkan harus dikerjakan oleh sang anak. Yang perlu diingat di sini Tuhan memberika kehidupan kepada masing-masing orang, begitu juga dengan anak kita yang mempunyai kehidupannya sendiri. Bagi seorang anak hendaknya dalam mengungkapkan pendapat dengan kata-kata yang baik, jangan dengan nada keras yang mebuat Ibu tersinggung dan akhirnya marah, Dengarkan kemauan Ibu, utarakan perbedaan pendapat dengan alasan yang jelas dan logis, dan katakan dengan pelan tentunya, jika Ibu masih kukuh pada pendapatnya tidak ada ruginya jika anda mengalah untuk berkata "iya" meskipun anda tetap melakukan apa yang anda anggap benar, dan memang hal yang benar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar