Selasa, 22 November 2011

Aku lakukan semua untukmu dan kamu selingkuh??

Tulisan ini terinspirasi dari kehidupan seorang teman dekat

Sebut saja namanya Indah, sebuah nama yang bagus namun sayang dalam kehidupan rumah tangga bisa dibilang dia tidak mendapatkan kehidupan yang indah

Indah menikah di usia 21 th dengan pria yang dia kenal dari dunia maya, seperti yang terjadi kebanyakan saat ini, setelah saling tukar nomor HP, hubungan via chat brganti by phone. Setelah beberapa lama berhubungan lewat telepon akhirnya mereka memutuskan untuk bertemu, sampai akhirnya merekapun memutuskan untuk menikah.

Pernikahan yang menjadi impian setiap wanita, ternyata sangatlah tidak menyenangkan buat Indah. Bulan keempat  tepat 3 bulan Indah mengandung anak pertamanya, dia mulai merasakan kekerasan, dan sikap yang kasar dari suaminya. Karena kondisi ekonomi yang belum bisa dibilang mapan, Indahpun berusaha mengerti kelakuan kasar suaminya mungkin karena stres dengan pekerjaan dan tuntutan hidup di ibu kota.

Hari terus berlalu seiring dengan tumbuh kembang buah hati Indah, begitu juga dengan kekerasan dan sifat kasar suami yang harus ia terima. Indah tetap bertahan demi anaknya, dan dia memutuskan untuk bekerja. Sedikit kebahagiaan karena dia bisa bergaul dengan teman-teman di kantor, dan kembali menggeluti bidang yang dia pelajari semasa kuliah, tapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Dengan bekerjanya Indah dan mendapatkan penghasilan, suaminya yang sering tidak cocok dengan atasan dan berpindah-pindah tempat kerja memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan cukup lama menjadi benalu dalam kehidupan Indah.

Keadaan yang berbalik yang menjadikan Indah sebagai tulang punggung keluarganya tidak merubah sikap suaminya untuk bosa menjadi lebih santun, dan sedikit lembut, Indah tetap harus merasakan lelah dan sakit secara fisik dan psikisnya, begitu juga dengan buah hatinya yang sudah menjadi makanan hari2nya melihat kekerasan sang ayah kepada bunda tercinta.

Sedikit angin segar memberikan harapan baru bagi Indah, suaminya memutuskan untuk membuka usaha sendiri, meskipun Indah harus membantunya untuk mendapatkan modal. tidak hanya modal Indahpun rela mengisi hari libur kerja akhir minggunya untuk tetap bekerja mencari customer, demi penghasilan usaha sang suami dan kehidupan keluarga yang lebih baik. tuhan memang selalu memberikan hasil yang setimpal untuk usaha umatnya, Indahpun berhasil mendapatkan banyak customer, meskipun tanpa komisi dari hasil yang diperoleh suaminya.

Kehidupannya terus berjalan sesuai dengan Pemberi kehidupan. Entah kenapa hari itu Indah ingin cepat sampai di rumah, tidak seperti biasa jam 5 dia sudah di depan pintu kamar apartemennya, keinginan untuk menghilangkan penat dengan segera sirna sudah, karena dia harus menunggu pintu kamar yang juga kantor suaminya itu tidak terbuka sampai satu jam. Lama menunggu, akhirnya suaminya membuka pintu juga, tapi bukan perasaan lega karena sudah bisa masuk kamarnya, indah malah pusing dengan pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepalanya setelah melihat suaminya dengan seorang wanita yang tidak lain adalah karyawan suaminya, untuk kali kedua, kenapa harus dengan wanita ini lagi dan... ya... dia telah mengabaikan banyak informasi dari karyawan-karyawan suaminya yang lain, kalau marketing yang satu itu tidak pernah mencari klien hanya ada di Office saja. Sempat dia bertanya apa yang mereka lakukan tapi Talak dan sikap kasar yang menjadi jawabannya, dan semua yang dia lakukan untuk suaminya selama ini??????




Semoga cerita ini bermanfaat, semua kejadian sebagai akibat sesuatu yang menyebabkannya. Hubungan dalam rumah tangga memang tidak mudah, pasti banyak masalah yang timbul di dalamnya, dan semua tergantung dari bagaimana sikap pelakunya. Mencari siapa yang salah bukan menyelesaikan masalah, tapi alangkah bijaknya jika kita membaca apa yang sudah kita lakukan dan menelusur sebab terjadinya semua masalah.